Ketika kampanye dilakukan di wilayah Basque, Prancis, Sarkozy tiba-tiba saja dikepung oleh ratusan warga yang berunjuk rasa menentang dirinya. Akibatnya, Sarkozy terpaksa dilarikan ke sebuah bar yang dijaga oleh polisi anti-huru hara.
Polisi pun membuat pagar betis di sekitar Bar du Palais setelah Sarkozy berlindung selama lebih dari satu jam untuk menghindari para pengunjuk rasa. Mereka terus menerus meneriaki Sarkozy selama kunjungannya di Bayonne
.
Beberapa orang tampak melempar telur ke arah jendela dari bar tersebut. Sedangkan kelompok separatis Basque pun tidak mau kalah, mereka melempar kertas ke arah Presiden Prancis tersebut dan beberapa lainnya membawa poster wajah saingan Sarkozy Francois Hollande. Hollande adalah kandidat presiden dari Partai Sosialis.
Sarkozy pun menilai aksi kekerasan ini merupakan tindakan yang tidak bisa diterima. Dirinya pun menuduh pihak Partai Sosialis berada di balik kejadian tersebut.
"Kami lihat kelompok militan sosialis turut serta dalam aksi kekerasan ini. Untuk menghentikan apa?kegiatan pertemuan yang saya lakukan? apa yang mereka inginkan? apakah Holland melakukan kampanyenya sendiri?" ucap Sarkozy seperti dikutip Al Jazeera, Jumat (2/3/2012).
"Saya lihat dia (Holland) tidak bisa menahan kontradiksi yang ada. Dan kini militannya tidak bisa melihat saya melakukan kampanye," imbuh Sarkozy.
Sarkozy kemudian menambahkan bahwa sebagai Presiden Prancis dirinya bebas untuk bepergian kemana pun. Bila memang ada suara minoritas yang tidak bisa menerima, Sarkozy meminta mereka untuk pergi dari Prancis.
"Selama lima tahun saya tidak pernah kalah melawan tekanan dari jalan dan tentunya saya tidak akan kalah dari separatis Basque," tegasnya.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar